Langsung ke konten utama

Kisah dalam puisi

LINDAP HARAP
Oleh : Vina Aizana

Aku tak ubahnya akar tanpa air
Pun tak ubahnya raga tanpa nyawa
Kering dalam basah
Lunak dalam keras
Aku tak ubahnya daun jatuh yang tertiup angin
Tanpa arah,
Tak tahu hendak kemana
Hanya menyusuri padang rumput penuh ilalang
Menelaah setapak demi setapak jalan terjal bebatuan
Aku sedikit kedinginan
Namun malam semakin merengkuhku
Hingga dingin semakin merayapi tubuhku
Lunglai
Aku hilang harap
Dibawah lunar yang purnama
Aku berkelana
Berbekal sedikit daya dan upaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Cuitan Perihal Cinta

duduk termangu menatap layar laptop di sudut ruang. niatnya ingin menulis cerita atau apapun, namun seketika itu pikirannya sedikit kalut dan bingung. ide cerita yang sudah dirangkai selama perjalanan menuju kampus, tiba-tiba lenyap begitu saja termakan oleh etik, menit, dan jam. tanpa diharapkan, sesosok gagah masuk kedalam ruangan. dan entah kenapa kehadirannya menghadirkan ide tak terduga. entahlah,, mungkin ini agak sedikit berlebihan. tapi, ya sudahlah biarkan saja mengalir apa adanya. ditemani alunan melodi dari laptop milik teman yang duduk di bangku depan, aku mulai menulis cerita, cerita tentang seorang perempuan yang hanya mampu menunggu, tanpa tahu kapan ia akan bertemu. sedikit menyakitkan memang, namun kuharap kalian menikmatinya. ada ratusan, ribuan, bahkan jutaan laki-laki di muka bumi. namun hati perempuan yang bernama Gladis itu, tertambat pada seorang lelaki hitam manis, keren, namun sedikit urakan. namanya Bim. hati memang tak bisa dipaksakan, pada siapa...

Puisi pendek bagus

KERINGAT HITAM Oleh : Yx Peluh Diatas hitam Hitam Dibawah terik Biduk Mengapung Berlayar jauh Semilir angin terasa begitu panas Jala Payang Entah apa yang kau gunakan Caping Kaos oblong Hitam Penuh peluh Mungkin itu kau, Nelayan Pejuang ombak dan badai laut