duduk termangu menatap layar laptop di sudut ruang. niatnya ingin menulis cerita atau apapun, namun seketika itu pikirannya sedikit kalut dan bingung. ide cerita yang sudah dirangkai selama perjalanan menuju kampus, tiba-tiba lenyap begitu saja termakan oleh etik, menit, dan jam.
tanpa diharapkan, sesosok gagah masuk kedalam ruangan. dan entah kenapa kehadirannya menghadirkan ide tak terduga. entahlah,, mungkin ini agak sedikit berlebihan. tapi, ya sudahlah biarkan saja mengalir apa adanya.
ditemani alunan melodi dari laptop milik teman yang duduk di bangku depan, aku mulai menulis cerita, cerita tentang seorang perempuan yang hanya mampu menunggu, tanpa tahu kapan ia akan bertemu. sedikit menyakitkan memang, namun kuharap kalian menikmatinya.
ada ratusan, ribuan, bahkan jutaan laki-laki di muka bumi. namun hati perempuan yang bernama Gladis itu, tertambat pada seorang lelaki hitam manis, keren, namun sedikit urakan. namanya Bim. hati memang tak bisa dipaksakan, pada siapa akan jatuh dan melayang. bahkan jika ditanya mengenai alasan kenapa gladis mencintainya pun ia tak tahu. yang Gladis tahu, ketika melihatnya hati Gladis begitu berdebar.
karena sejatinya, manusia tidak tahu kapan dan pada siapa ia jatuh hati. yang manusia tahu adalah ketika jatuh cinta, dunia seakan milik berdua. hanya ada kau, dan dia.
karena sejatinya, jatuh cinta adalah hak setiap manusia. hanya saja, manusia memiliki kewajiban untuk menjaga hati agar tak sakit dan tak disakiti. mengontrol hati.
Gladis adalah perempuan cantik namun pendiam. ia sosok yang tertutup, namun memiliki banyak teman karena kebaikannya. karena hal tersebut juga, sebenarnya gladis disukai banyak cowok di sekolahnya. hanya saja tidak ada satu lelaki pun yang berani mendekat meski sebenarnya ingin. hal ini pun tak disadari oleh Gladis. namun disadari oleh temannya.
namun, tiba pada suatu waktu, Gladis mulai merasakan hal yang aneh. ia mulai sedikit merasakan getaran ketika menatap laki-laki bernama Bim. cowok itu memang populer di sekolah. hanya saja anehnya, sebelumnya Gladis tak begitu peduli. namun kali ini Gladis merasakan hal yang berbeda,..........
.....( to be continued )
Komentar
Posting Komentar