Terbesit di pikiran ketika momen ini ( hari raya ) datang kembali membawa eudomonia. Ada percikan-percikan partikel cinta dari orang-orang sekitar. Begitu indah hari ini. Dahulu, rasa sungkan dan enggan untuk bertemu orang-orang yang sebenarnya jarang kujumpai sering muncul tanpa kuminta. Sekarang, semakin dewasa aku menjadi semakin tahu bahwa hidup bermasyarakat itu harus bisa beradaptasi terhadap sekitar. Social skill yang telah tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, juga pengalaman-pengalaman sebelumnya menjadikan ku belajar tentang bagaimana bersosial yang baik, sehingga menjadikan semuanya terasa lebih mudah. Meski, pasti semua orang memiliki rasa yang kurang srek terhadap seseorang. Itu menjadi hal yang manusiawi dan pasti dirasakan oleh semua orang dengan tanggapan yang berbeda-beda. Ada dari mereka yang cuek terhadapa respon seseorang yang diberikan kepadanya, ada yang dipikir terus sampai stres. Itulah manusia. Mereka memiliki cara pandang dan respek yang heterogen. Andaikan sama, pastilah hidup tidak berwarna sehingga membuat hidup ini flat.
Penampilan tidaklah menjadi prioritas, melainkan hati. Semua tidak mudah memang, andaikan mudah pastilah semua orang merasa mudah untuk masuk syurga. Jika membahas masalah hati, tentu tiada habisnya. Mulai dari rasa benci, jijik, takut, berani, sedih, bahagia, bahkan cinta. Terkadang hati sulit dimengerti dan sulit diprediksi.Saya kira mungkin beberapa orang ada lah yang seperti cerita tersebut
Komentar
Posting Komentar