Langsung ke konten utama

Eid Mubarok

  Terbesit di pikiran ketika momen ini ( hari raya ) datang kembali membawa eudomonia. Ada percikan-percikan partikel cinta dari orang-orang sekitar. Begitu indah hari ini. Dahulu, rasa sungkan dan enggan untuk bertemu orang-orang yang sebenarnya jarang kujumpai sering muncul tanpa kuminta. Sekarang, semakin dewasa aku menjadi semakin tahu bahwa hidup bermasyarakat itu harus bisa beradaptasi terhadap sekitar. Social skill yang telah tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, juga pengalaman-pengalaman sebelumnya menjadikan ku belajar tentang bagaimana bersosial yang baik, sehingga menjadikan semuanya terasa lebih mudah. Meski, pasti semua orang memiliki rasa yang kurang srek terhadap seseorang. Itu menjadi hal yang manusiawi dan pasti dirasakan oleh semua orang dengan tanggapan yang berbeda-beda. Ada dari mereka yang cuek terhadapa respon seseorang yang diberikan kepadanya, ada yang dipikir terus sampai stres. Itulah manusia. Mereka memiliki cara pandang dan respek yang heterogen. Andaikan sama, pastilah hidup tidak berwarna sehingga membuat hidup ini flat.
Penampilan tidaklah menjadi prioritas, melainkan hati. Semua tidak mudah memang, andaikan mudah pastilah semua orang merasa mudah untuk masuk syurga. Jika membahas masalah hati, tentu tiada habisnya. Mulai dari rasa benci, jijik, takut, berani, sedih, bahagia, bahkan cinta. Terkadang hati sulit dimengerti dan sulit diprediksi.
Saya kira mungkin beberapa orang ada lah yang seperti cerita tersebut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Cuitan Perihal Cinta

duduk termangu menatap layar laptop di sudut ruang. niatnya ingin menulis cerita atau apapun, namun seketika itu pikirannya sedikit kalut dan bingung. ide cerita yang sudah dirangkai selama perjalanan menuju kampus, tiba-tiba lenyap begitu saja termakan oleh etik, menit, dan jam. tanpa diharapkan, sesosok gagah masuk kedalam ruangan. dan entah kenapa kehadirannya menghadirkan ide tak terduga. entahlah,, mungkin ini agak sedikit berlebihan. tapi, ya sudahlah biarkan saja mengalir apa adanya. ditemani alunan melodi dari laptop milik teman yang duduk di bangku depan, aku mulai menulis cerita, cerita tentang seorang perempuan yang hanya mampu menunggu, tanpa tahu kapan ia akan bertemu. sedikit menyakitkan memang, namun kuharap kalian menikmatinya. ada ratusan, ribuan, bahkan jutaan laki-laki di muka bumi. namun hati perempuan yang bernama Gladis itu, tertambat pada seorang lelaki hitam manis, keren, namun sedikit urakan. namanya Bim. hati memang tak bisa dipaksakan, pada siapa...

Puisi pendek bagus

KERINGAT HITAM Oleh : Yx Peluh Diatas hitam Hitam Dibawah terik Biduk Mengapung Berlayar jauh Semilir angin terasa begitu panas Jala Payang Entah apa yang kau gunakan Caping Kaos oblong Hitam Penuh peluh Mungkin itu kau, Nelayan Pejuang ombak dan badai laut

Kisah dalam puisi

LINDAP HARAP Oleh : Vina Aizana Aku tak ubahnya akar tanpa air Pun tak ubahnya raga tanpa nyawa Kering dalam basah Lunak dalam keras Aku tak ubahnya daun jatuh yang tertiup angin Tanpa arah, Tak tahu hendak kemana Hanya menyusuri padang rumput penuh ilalang Menelaah setapak demi setapak jalan terjal bebatuan Aku sedikit kedinginan Namun malam semakin merengkuhku Hingga dingin semakin merayapi tubuhku Lunglai Aku hilang harap Dibawah lunar yang purnama Aku berkelana Berbekal sedikit daya dan upaya