Langsung ke konten utama

Postingan

Sedikit Cuitan Perihal Cinta

duduk termangu menatap layar laptop di sudut ruang. niatnya ingin menulis cerita atau apapun, namun seketika itu pikirannya sedikit kalut dan bingung. ide cerita yang sudah dirangkai selama perjalanan menuju kampus, tiba-tiba lenyap begitu saja termakan oleh etik, menit, dan jam. tanpa diharapkan, sesosok gagah masuk kedalam ruangan. dan entah kenapa kehadirannya menghadirkan ide tak terduga. entahlah,, mungkin ini agak sedikit berlebihan. tapi, ya sudahlah biarkan saja mengalir apa adanya. ditemani alunan melodi dari laptop milik teman yang duduk di bangku depan, aku mulai menulis cerita, cerita tentang seorang perempuan yang hanya mampu menunggu, tanpa tahu kapan ia akan bertemu. sedikit menyakitkan memang, namun kuharap kalian menikmatinya. ada ratusan, ribuan, bahkan jutaan laki-laki di muka bumi. namun hati perempuan yang bernama Gladis itu, tertambat pada seorang lelaki hitam manis, keren, namun sedikit urakan. namanya Bim. hati memang tak bisa dipaksakan, pada siapa...
Postingan terbaru

Membaca, Melihat Dunia Lebih Luas

Ada banyak hal di dunia ini yang belum kita ketahui. Baik tentang bejibunnya nikmat yang terkadang kita lupa mensyukurinya. Atau adanya kesempatan-kesempatan, namun kita tidak mengerti bagaimana memanfaatkannya. Kata orang, dunia ini luas. Tapi disisi lain, orang juga mengatakan bahwa dunia ini sempit. Hal tersebut menandakan bahwa suatu ucapan akan dikatakan sesuai situasi dan kondisi. Tapi tunggu, baik dunia ini luas ataupun sempit, sebenarnya abaikan saja. Hal terpenting yang harus kita selalu lakukan adalah MEMBACA. Karena dengan membaca maka jendela dunia akan terbuka bersama terbukanya pengetahuan-pengetahuan baru. Saya yakin, diantara kita pasti banyak yang kurang suka dengan membaca, apalagi buku-buku ilmiah. Kebanyakan remaja lebih suka membaca novel. Namun, sebenarnya tidak sedikit juga novel-novel yang scientific. Novel-novel karya Dan Brown misalnya. Mengenaskan sekali memang, karena dalam hal literasi, Indonesia menduduki peringkat 2 terbawah d...

Eid Mubarok

  Terbesit di pikiran ketika momen ini ( hari raya ) datang kembali membawa eudomonia. Ada percikan-percikan partikel cinta dari orang-orang sekitar. Begitu indah hari ini. Dahulu, rasa sungkan dan enggan untuk bertemu orang-orang yang sebenarnya jarang kujumpai sering muncul tanpa kuminta. Sekarang, semakin dewasa aku menjadi semakin tahu bahwa hidup bermasyarakat itu harus bisa beradaptasi terhadap sekitar. Social skill yang telah tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, juga pengalaman-pengalaman sebelumnya menjadikan ku belajar tentang bagaimana bersosial yang baik, sehingga menjadikan semuanya terasa lebih mudah. Meski, pasti semua orang memiliki rasa yang kurang srek terhadap seseorang. Itu menjadi hal yang manusiawi dan pasti dirasakan oleh semua orang dengan tanggapan yang berbeda-beda. Ada dari mereka yang cuek terhadapa respon seseorang yang diberikan kepadanya, ada yang dipikir terus sampai stres. Itulah manusia. Mereka memiliki cara pandang dan respek yang heterogen. A...

Inspirasi pagi hari

Ketika matahari mulai muncul diufuk timur, dekatkan hatimu pada dia yang kau cinta meski jauh ragamu. Bertawassul melalui doa-doa yang kau panjatkan dengan penuh rasa. Tidakkah kau lihat betapa bahagia matahari ketika nampak. Melihat para insan sedang bahagia. Sinarnya menerpa daun-daun hijau yang segar nan berembun. Hirup udaranya, rasakan kesegarannya dan jangan lupa ucapkan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmatNya. Nikmat Sehat, Nikmat Rasa, nikmat dapat bangun kembali, dan atas segala yang ia limpahkan pada kita. ALHAMDULILLAH.

Puisi pendek bagus

KERINGAT HITAM Oleh : Yx Peluh Diatas hitam Hitam Dibawah terik Biduk Mengapung Berlayar jauh Semilir angin terasa begitu panas Jala Payang Entah apa yang kau gunakan Caping Kaos oblong Hitam Penuh peluh Mungkin itu kau, Nelayan Pejuang ombak dan badai laut

Kisah dalam puisi

LINDAP HARAP Oleh : Vina Aizana Aku tak ubahnya akar tanpa air Pun tak ubahnya raga tanpa nyawa Kering dalam basah Lunak dalam keras Aku tak ubahnya daun jatuh yang tertiup angin Tanpa arah, Tak tahu hendak kemana Hanya menyusuri padang rumput penuh ilalang Menelaah setapak demi setapak jalan terjal bebatuan Aku sedikit kedinginan Namun malam semakin merengkuhku Hingga dingin semakin merayapi tubuhku Lunglai Aku hilang harap Dibawah lunar yang purnama Aku berkelana Berbekal sedikit daya dan upaya